Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit tanaman? Salah suatu kendala yang sering menganggu lahan pertanian. Serangan hama dan penyakit datang secara mendadak pada tanaman, dan bersifat eksplosif (meluas). Dalam waktu singkat, seringkali kita melihat hama dan penyakit menyerang tanaman yang menimbulkan gagal panen.

Akibat adanya hama dan penyakit pada tanaman bisa menurunkan produktivitas tanaman, baik kualitas maupun kuantitasnya. Oleh karena itu, kehadiran hama dan penyakit perlu dikendalikan, agar populasinya tidak meningkat. Anda bisa melakukan pengendalian hama dan penyakit terlebih dahulu, agar tanaman tumbuh baik.

Tidak sedikit para petani menggunakan pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit. Selain harganya yang mahal, pestisida kimia berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia tersebut yaitu :

  • Hama menjadi kebal (resisten)
  • Peledakan hama baru (resurjensi)
  • Penumpukan residu bahan kimia di dalam hasil panen
  • Terbunuhnya musuh alami
  • Pencemaran lingkungan oleh residu bahan kimia
  • Kecelakaan bagi pengguna

Cara Pengendalian Hama Tanaman

Terdapat beberapa hama yang dapat mengganggu tanaman, serta cara pengendaliannya!

  • Hama Tikus

Tikus dapat menyerang tanaman dan sering bergerak pada malam hari. Biasanya target utama tikus adalah biji dan batangnya. Dengan giginya yang tajam, tikus dapat memakan biji-bijian. Tikus membuat lubang didekat sawah dan bersembunyi diantara semak-semak. Cara mengendalikan hama tikus bisa dilakukan sebagai berikut :
– Menutup lubang pada disekitar sawah
– Menangkap tikus dengan perangkap
– Menggunakan predator ular untuk mengusir
– Menggunakan pembasmi tikus atau umpan beracun

  • Hama Ulat

Ulat adalah hama yang sering sekali muncul pada permukaan daun. Biasanya ulat akan memakan daun serta batang pada tumbuhan. Ulat sangat suka dengan wangi daun, sehingga ulat akan sering hinggap di pucuk daun. Ketika sudah besar ulat akan berkembang menjadi kupu-kupu yang dapat memberikan pembuaian pada tanaman. Cara mengendalikan hama ulat bisa dilakukan sebagai berikut :
– Mengecek bagian daun, jika ada telur dibersihkan
– Menggenangi tempat persemaian dengan air
– Menjaga kebersihan tanaman
– Menggunakan pestisida

  • Hama Walang Sangit

Walang sangit adalah jenis hama yang cukup meresahkan para petani. Serangga yang satu ini dapat merusak tanaman dengan meloncat ataupun terbang dari satu tanaman ke tanaman lainnya. Hama ini bisa mengeluarkan bau yang tidak sedap, sehingga membuat tanaman menjadi layu. Cara mengendalikan hama walang sangit bisa dilakukan sebagai berikut :
– Menerapkan sistem tanam serentak
– Menjaga kebersihan sawah dari rumput liar
– Menangkap walang sangit
– Menanam jamur yang memberikan efek bagi walang sangit
– Menggunakan insektisida

  • Hama Wereng

Wereng adalah serangga yang dapat menyerang daun dan batang pada tumbuhan dengan sekali ginggap. Hama ini dapat menyebabkan tumbuhan menjadi mati dan layu. Hama wereng ini menjadi salah satu penyebar virus yang menyebabkan penyakit tungro. Adapun cara untuk menangani hama wereng adalah sebagai berikut :
– Mengatur Pola Tanam dengan melakukan penanaman bersamaan atau bergilir
– Menggunakan Predator seperti kumbang dan laba-laba
– Menggunakan manekin sebagai penakut
– Menggunakan insektisida

  • Hama Belalang

Belalang adalah salah satu jenis hama yang hadir di tanaman padi. Hama ini dapat menggangu tanaman, sehingga tanaman tersebut tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Bealang sangat suka dengan daun hijau, namun tidak suka dengan tangkai bunga. Oleh karena itu, banyak belalang hinggap di pucuk padi. Cara mengendalikan hama belalang yaitu :
– Menggunakan pestisida atau insektisida berbahan aktif
– Menjaga kebersihan sawah dari rumput liar
– Mengecek tangkai daun, bersihkan jika ada daun yang bolong
– Menangkap belalang

Pengendalian Penyakit Pada Tanaman

Terdapat beberapa penyakit pada tanaman, serta cara pengendaliannya!

  • Penyakit Tungro

Salah satu penyakit tanaman yang paling sering terjadi adalah tungro. Penyakit ini dapat menyebabkan produksi padi berkurang. Penyakit Tungro disebabkan oleh dua jenis virus yaitu, Rice Tungro Bacilliform Virus dan Rice Tungro Spherical Virus. Kedua jenis virus ini bisa menginfeksi tanaman secara bersamaan karena tidak memiliki kekerabatan serologi.Tanaman yang terkena penyakit tungro beberapa gejala seperti muncul seminggu sesudah inokulasi, adanya diskolorasi berwarna kuning, dan adanya klorisi pada daun.

  • Penyakit Virus Belang

Penyakit virus belang biasanya menyerang tanaman kedelai. Penyebab dari penyakit ini adalah virus yang menyebar akibat hulu angin. Virus ini muncul karena polusi udara yang kotor, atau lembab. Dimana virus ini akan menempel pada tumbuhan kedelai yang sudah memasuki pembuahan. Ciri-ciri virus belang yaitu warna daun yang memudar, batang daun pucat, dan terlihat layu. Virus ini bisa membunuh tanaman kedelai atau sejenisnya, jika dibiarkan secara terus-menerus.

  • Penyakit Bulai

Bulai merupakan penyakit yang biasanya menyerang tanaman jagung. Penyebabnya ialah jamur dengan penyebaran menggunakan spora yang diterbangkan oleh angin. Biasanya penyakit ini muncul akibat tanaman yang sudah mulai menua atau batang mengering. Lalu untuk pucuk daun jagung, serabutnya mulai menguning akibat kekurangan air. Bulai menyerupai bercak hitam yang terjadi pada buah jagung, sehingga terlihat seperti busuk.

  • Penyakit Kerdil Rumput

Penyakit kerdil rumput biasanya menyerang tanaman padi. Penyebabnya virus ini adalah penyebaran melalui perantaraan hama wereng. Wereng adalah hama yang sering hinggap di pucuk padi, hama ini meninggalkan bekas yang bernama kerdil. Sehingga berubah menjadi penyakit, yang berbentuk rumput pada sekitaran tanaman padi. Ciri tanaman yang terkena penyakit kerdil yaitu, daun mengering dan buah mulai membusuk seketika.

  • Penyakit Mosaik

Mosaik merupakan penyakit yang sering menyerang tanaman tembakau. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang bernama Tobacco Mosaic Virus atau sering disingkat sebagai TMV. Gejala tanaman yang terserang penyakit ini adalah daunnya bercak hijau muda atau kuning tersebar. Apabila semainya terinfeksi, maka tidak lama kemudian semai tersebut akan mati. Ukuran buahnya menjadi kecil, pada batangnya terdapat garis hitam yang menandakan jaringan mati.

Cara Mengendalikan Penyakit Tanaman

Dalam pengendaliannya, terdapat cara mengendalikan hama dan penyakit tersebut, yaitu :

  • Menanam padi yang tahan terhadap hama wereng ( VUTW )
  • Memutuskan daur perkembangbiakan wereng dengan jalan mengupayakan rotasi tanaman yaitu menanam dua jenis tanaman di satu lahan secara bergantian.
  • Menanam padi secara serentak dalam areal sawah yang luas dengan jenis padi yang sama. Terdapat tenggang waktu untuk menanam yaitu 1-2 hari, bisa menggunakan alat atau bercocok tanam secara manual.
  • Membunuh wereng secara langsung dengan menggunakan insektisida dengan dosis yang tepat. Dosis yang tepat sangat penting supaya hama wereng dapat diberantas tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem.

Kesimpulan

Itulah beberapa cara mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman. Jangan biarkan hama dan penyakit mengganggu tanaman Anda. Oleh karena itu, lakukan cara pengendalian yang baik dan benar, contoh penyakit tanaman, yaitu Penyakit Embun Tepung, Penyakit Layu Cabai, Penyakit Hawar Daun Kentang, Penyakit Daun Berlubang, Penyakit Semai Roboh, Penyakit VSD (Vascular Streak Diaback) dan Penyakit Bubuk Coklat.

Baca Juga : Herbisida Pertanian Sebagai Pengendali Gulma

Demikian Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk seluruh Sobat Tani dimanapun berada.

error: Content is Protected!!