Mengenal Gulma Tanaman Pada Lahan Pertanian

Gulma Pada Tanaman

Gulma merupakan tanaman yang keberadaannya dapat mengganggu proses budidaya pertanian. Gulma menjadi tumbuhan yang tidak diinginkan kehandiarannya, karena dapat menurunkan hasil panen suatu pertanian. Biasanya gulma menyaingi tanaman dalam memperoleh unsur hara dan cahaya matahari. Gulma mampu menyerap fosfor hingga dua kali lipat dari tanaman inti, serta kalium hingga tiga kali lipat dalam daya serap tanaman.

Gulma mampu berkompetisi kuat dengan tanaman lain untuk memenuhi kebutuhan unsur hara berupa air, sinar matahari, udara, dan fosfor. Kerugian yang ditimbulkan oleh gulma pada tanaman dapat membuat tanaman mati, sehingga dapat menurunkan hasil panen sekitar 20-80%.

Gulma Tanaman Berdasarkan Golongannya!

Jika dilihat dari morfologi dan biotaninya, gulma dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu:

  • Gulma Rerumputan (Grasses)

Gulma rerumputan berasal dari gramineae. Ciri-ciri dari gulma ini yaitu memiliki daun sempit seperti teki-tekian. Pada dalam tanah gulma ini membentuk jaringan yang sulit diatasi secara mekanik, karena batangnya yang berbentuk bulat pipih berongga. Terdapat daun soliter yang tersusun pada dua deret. Biasanya daun pada gulma ini berbentuk tulang sejajar yang terdiri atas dua bagian yaitu pelepah daun dan helaian daun.

Contoh : Cynodon dactylon, Imperata cylindrica, Panicum repens, Echinochloa crusgalli. 

  • Gulma Teki-Tekian (Sedges)

Gulma teki-tekian termasuk dalam Cyperaceae yang memiliki daya tahan tinggi. Memiliki umbi akar dan batang di dalam tanah yang bertahan selama berbulan-bulan. Ciri dari gulma ini yaitu batang berbentuk segitiga bulat tidak berongga. Bentuk daunnya tersusun dalam tiga deretan, yaitu tidak memiliki lidah daun. Ibu tangkainya tidak berbuku-buku, lalu pada bagian bunga sering bulir. Sehingga dilindungi oleh daun lainnya yang menjadi pelindung terhadap buahnya.

Contoh : Scripus juncoides, Cyperus rotundus, Fimbristylis littoralis.

  • Gulma Pakisan (Fern)

Gulma pakisan hampir mirip dengan gulma jenis rerumputan, namun yang membedakannya adalah mempunyai umbi yang mampu bertahan berbulan-bulan untuk kembali tumbuh diwaktu musim penghujan. Biasanya gulma ini akan tumbu berdasarkan tumbuhan lainnya yang sudah di panen. Pada gulma pakisan terdapat banyak jenis yaitu, pakis kadal (Dryopteris Aridus), pakis Kinca (Neprolepsis Biserata), paku pedang (Neprolepsis Exaltata)

Contoh : Rumput teki (Cyperus rotundus)

  • Gulma Daun Lebar (Broadleaves)

Gulma daun lebar termasuk kedalam Pteridophyta atau Dicotyledoneae. Gulma ini tumbuh pada akhir masa budidaya tanaman yang terjadi pada musin hujan. Gulma jenis ini terbagi 2 (dua) jenis yaitu gulma jenis darat dan gulma jenis air. Gulma jenis darat mempunyai ciri hidup didarat, sehingga dapat tumbuh dengan cara generatif ataupun vegetatif.

Contoh : Babadotan (Agerathum conyzoides), alang-alang (Imperata cylindrica)

Sedangkan pada gulma jenis air memunculkan tangkai atau daun permukaan air seperto Teratai atau Lili air. Kompetisi yang terjadi pada gulma jenis air yaitu cahaya matahari. Ciri gulma ini daunnya lebar dan tulang daun berbentuk jala. Serta batang yang tinggi menjulung ke atas atau kedalam air.

Contoh : Monocharia vaginalis, Limnocharis flava, Eichornia crassipes.

3 Jenis Gulma Berdasarkan Siklus Hidupnya

Lalu jika dilihat secara siklus hidupnya, gulma memiliki 3 jenis, yaitu :

  • Gulma Musiman (annual weeds)

Gulma annual weeds menyelesaikan siklus hidupnya dalam kurun waktu kurang dari setahun. Kebanyakan gulma jenis ini hanya bertahan selama satu musim (musim hujan). Walaupun mudah dikendalikan, gulma jenis ini mempunyai beberapa kelebihan seperti umurnya yang pendek, masa dormansi biji yang panjang, serta menghasilkan biji dalam jumlah banyak. Di Indonesia banyak dijumpai jenis-jenis gulma musiman, contohnya Fimbristylis littoralis, Echinochloa crusgalli, Echinochloa colonum, Monochoria vaginalis, Limnocharis flava.

  • Gulma dua tahun (biennial weeds)

Gulma biennial weeds tidak bisa hidup lebih dari 2 tahun, karena tidak mampu bertahan lama. Pada tahun pertama gulma ini melakukan pertumbuhan vegetatif dan menghasilkan roset. Sedangkan pada tahun kedua memunculkan bunga dan menghasilkan biji, lalu mati. Pada proses roset, gulma tersebut sensitif terhadap penggunaan herbisida. Contoh gulma dua tahun yaitu, Circium vulgare, Dipsacus sylvestris, Artemisia biennis, Echium vulgare dan Circium altissimum.

  • Gulma tahunan (perennial weeds)

Gulma perennial weeds salah satu gulma yang bisa hidup lebih dari dua tahun atau lebih. Gulma jenis ini muncul setiap tahun dan tidak akan mati, sekalinya mati dia akan muncul kembali. Gulma jenis ini berkembang biak dengan biji-bijian dan berkembang biak secara vegetatif. Saat kekurangan air di musim kemarau, gulma ini seolah-olah mati karena bagian atas tanah mengering. Akan tetapi jika ada air yang mengalir untuk proses pertumbuhannya, gulma ini akan bersemi kembali sediakala.

Contoh Gulma Pada Tanaman Tembakau

Pada tahun 2008, diidentifikasi bahwa terdapat 17 jenis gulma baru yang ditemukan dari golongan rerumputan, teki-tekian, pakisan, dan daun lebar. Gulma ini ditemukan pada daerah dengan ketinggian 0-1200 mdpl, memiliki curah hujan 1.300-1.500 mm/tahun, serta suhu 180 -320C. Berikut contoh tumbuhan gulma pada tanaman tembakau :

  • Ageratum conyzoides

Nama daerah: Bandotan, babandotan (Sunda), badotan, wedusan (Jawa), rumput bulu (Dayak)

Deskripsi : Gulma bandotan merupakan gulma berdaun lebar yang memiliki bentuk daun seperti telur dengan tepi bergerigi, tinggi tanaman berkisar antara 30 cm hingga 90 cm dan memiliki siklus hidup semusim

  • Asystasia gangetica

Nama daerah: Ganda rusa

Deskripsi : Gulma ganda rusa merupakan gulma berdaun lebar yang memiliki bentuk daun bulat panjang dengan ujung daun runcing, tumbuh tegak hingga 0,5 m atau merayap menutupi tanaman lain, berkembang biak secara vegetative dan juga generatif

  • Axonopus compressus

Nama daerah: Jukut Pait, Papaitan

Deskripsi : Gulma jukut pahit merupakan gulma berdaun sempit yang memiliki bentuk daun lansat, berkembang biak secara vegetative dan juga generative. Gulma ini memiliki siklus hidup tahunan sehingga mampu bertahan hidup lebih dari 2 tahun

  • Chromolaena odorata

Nama daerah: Krinyu

Deskripsi : Gulma Krinyu merupakan jenis gulma berdaun lebar yang memiliki bentuk daun oval dengan ujung runcing, memiliki tinggi 1-2 m dan gulma ini memiliki siklus hidup tahunan sehingga mampu bertahan hidup lebih dari 2 tahun

  • Clidemia hirta

Nama daerah: Harendong Bulu

Deskripsi : Gulma harendong bulu merupakan jenis gulma berdaun lebar yang memiliki bentuk daun bulat telur dengan tepi rata berbulu, memiliki tinggi 0,5-2 m dan gulma ini memiliki siklus hidup tahunan sehingga mampu bertahan hidup lebih dari 2 tahun

  • Cyperus kyllingia

Nama daerah: Rumput Kenop

Deskripsi : Rumput kenop merupakan jenis gulma dari golongan teki, memiliki bentuk batang segitiga dengan daun berbentuk garis, bunga berupa bongkol semu berbentuk bola telur atau bulat memanjang, berwarna putih dengan anak bulir yang tersusun spiral, gulma ini memiliki siklus hidup tahunan sehingga mampu bertahan hidup lebih dari 2 tahun

  • Digitaria ciliaris

Nama daerah: Rumput Kebo

Deskripsi : Rumput kebo merupakan gulma berdaun sempit, yang memiliki daun menyerupai pita, batang tanaman beruas-ruas, tanaman tumbuh tegak atau menjalar, dan memiliki pelepah atau helaian daun. Panjang tanaman bisa mencapai 1-1,2 m.

  • Echinochloa colonum

Nama daerah: Rumput Bebek, Jajagoan Letik, Tuton

Deskripsi : Rumput bebek merupakan gulma berdaun sempit yang tumbuh berumpun, tinggi kira-kira 10 – 100 cm. Batangnya ramping, tumbuh tegak dan menyebar. Daun berbentuk garis, agak lebar di bagian pangkal dan meruncing ke arah ujung. Gulma termasuk ke dalam gulma semusim

  • Eleusina indica

Nama daerah: Rumput Belulang

Deskripsi : Rumput belulang merupakan gulma berdaun sempit. Daunnya tumbuh dalam dua helai, helaian daunnya panjang seperti garis, dengan tepi daun yang kasar pada ujungnya. Batangnya berbentuk pipih dengan tinggi antara 10-90 cm. Gulma ini termasuk gulma tahunan

  • Erechtites valerianifolia

Nama daerah: Ulam-ulam

Deskripsi : Ulam-ulam merupakan gulma berdaun lebar yang memiliki daun berbentuk jorong memanjang atau bundar telur terbalik, ukuran daun 20 x36 cm, pangkal daun menyempit di sepanjang tangkai daun, ujung daun runcing, berlekuk hingga menyirip, bergerigi kasar runcing, permukaan daun berbulu halus dan rapat. Daun yang paling atas lebih kecil daripada bentuk daun yang ada di

  • Imperata cylindrica

Nama daerah: Alang-alang

Deskripsi : Alang-alang merupakan gulma berdaun sempit dengan bentuk tulang-tulang daun sejajar atau lurus , dan permukaan daun rata, gulma ini memiliki batang yang tumbuh pendek bercabang dan memanjang di dalam tanah, dan dari ujungnya dapat tumbuh tunas baru. Gulma ini termasuk gulma tahunan.

  • Melastoma affine

Nama daerah: Senduduk, Senggani, Harendong, Sanduduk

Deskripsi : Senduduk merupakan gulma berdaun lebar yang memiliki helai daun berbentuk bulat panjang atau bulat telur, ujungnya runcing, pangkalnya bulat, tiga tulang daun nyata, gulma ini memiliki tinggi 0,5-2 m.

  • Mikania micrantha

Nama daerah: Sembung rambat, Siroppaspara, Caputuheun

Deskripsi : Sambung rambat merupakan gulma berdaun lebar memiliki daun berbentuk segitiga menyerupai hati, permukaan daun menyerupai mangkok dengan tepi daun bergerigi. Batang  tumbuh menjalar berwarna hijau muda, bercabang dan ditumbuhi rambut-rambut halus. Panjang batang dapat mencapai 3-6 m. Gulma ini termasuk gulma tahunan yang berkembang biak melalui potongan batang dan biji.

  • Paspalum conjugatum

Nama daerah: Jukut Pahit

Deskripsi : Jukut Pahit merupakan gulma berdaun sempit yang memiliki helai daun berbentuk pita dengan ujung daun runcing. Serta berbulu di sepanjang tepinya dan pada permukaannya. Pangkal daun membulat, dengan panjang daun berkisar 2,5-37,5 cm dan lebar 6-16 mm. Selain itu, tepi daun tampak berombak.

  • Stenochlaena palustris

Nama daerah: Kelakai

Deskripsi : Kelakai merupakan gulma berdaun lebar dari golongan paku pakuan yang memiliki panjang 5-10 m dengan akar rimpang yang memanjat tinggi, kuat, pipih, persegi, telanjang atau bersisik kerap kali dengan tunas yang merayap. Daun kelakai menyirip berpasangan. Tangkai daun kelakai berukuran 10-20 cm dan cukup kuat.

  • Synedrella nodiflora

Nama daerah: Legetan, Gletang Warak (Jawa), Jotang kuda (Sunda)

Deskripsi : Legetan merupakan gulma berdaun lebar. Memiliki daun tumbuh berhadapan dengan panjang 4-9 cm, berbentuk elips sampai bulat dengan tiga tulang daun yang tampak jelas dan dengan tepi beringgit, berambut dengan tangkai daun yang pendek dan menempel pada batang secara selang-seling. Gulma ini memiliki tinggi berkisar antara 30-80 cm.

  • Euphorbia hirta

Nama daerah : Patikan Kebo

Deskripsi : Patikan Kebo merupakan daerah yang banyak sekali jenis gulma ini, karena sering hadir di setiap jalanan, ilir sungai, dan rerumputan. Gulma ini mempunyai sifat anti inflamasi (anti radang), diuretic (peluruh kencing) dan anti pruritic (menghilangkan gatal). Mempunyai tinggi sekitar 20cm, sehingga membuat gulma ini serupa dengan tanaman lainnya.

Baca Juga : Herbisida Pertanian Sebagai Pengendali Gulma

Dengan mengenal gulma pada tanaman, kita bisa megantisipasi kehadiran gulma di setiap tanaman. Lakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan, bahwa tanaman Anda bebas daripada gulma. Salah satu bentuk pengendalian gulma yang bisa dilakukan yaitu, menggunakan senyawa kimia berupa herbisida.

Penggunaan herbisida sering dilakukan oleh petani untuk mengendalikan pertumbuhan gulma pada areal penanaman. Herbisida yang umum digunakan dalam mengendalikan gulma pada lahan pertanian yaitu SUPREMO 480 SL atau SUPREMO GOLD 490 SL atau SUPRETOX 276 SL. Herbisida ini dapat mengendalikan gulma hingga ke akarnya, sehingga bisa mendapatkan hasil tanaman yang cukup baik.

Demikian Mengenal Gulma Tanaman Pada Lahan Pertanian.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk seluruh Sobat Tani dimanapun berada.

error: Content is Protected!!