Hari Tani Nasional, Petani Pahlawan Pangan Nasional

Hari Tani Nasional bertepat pada 24 September merupakan hari untuk memperingati dan mengenang sejarah para petani serta membebaskannya dari penderitaan. Sejarah Hari Tani Nasional dilansir dalam situs resmi Serikat Petani Indonesia (SPI) bahwa penetapan tanggal 24 September sebagai Hari Tani Nasional berasal dari Keputusan Presiden Republik Indonesia (Kepres RI) No. 169 tahun 1963. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan tanggal di mana Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960) disahkan. UUPA 1960 merupakan spirit dan menjadi dasar dalam upaya merombak struktur agraria Indonesia yang timpang dan sarat akan kepentingan sebagian golongan akibat warisan kolonialisme di masa lalu.

Tepat di hari Tani Nasional pada tanggal 24 September 2020, Kali ini kita bakal merangkum sedikit hasil dari Diskusi Interaktif DGW bersama Pak Syafrizal (Direktur Pelaksana Alishter) dan Petani di seluruh Indonesia.

Menurut Pak Syafrizal dampak dari pandemi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi berdampak juga terhadap aspek ekonomi dan juga aspek ketahanan pangan. Berbicara ketahanan pangan sangatlah erat kaitannya dengan ketersediaan pangan itu sendiri.

Nah oleh karena itu sobat tani memiliki peran penting dalam memenuhi ketersediaan pangan bagi masyarakat. Salah satu cara agar ketersediaan pangan nasional terpenuhi selain dari dukungan pemerintah diperlukan dukungan petani dengan melakukan proses budidaya tanaman secara baik dan benar.

Menurut Pak Syafrizal hal-hal umum yang menjadi tantangan bagi petani di antaranya

  1. Kepemilikan lahan

Jumlah kepemilikan lahan yang sedikit dan status kepemilikan lahan (milik, sewa, dan bagi hasil) memiliki pengaruh terhadap pendapatan petani. Petani dengan status kepemilikan lahan sewa memiliki tingkat pendapatan yang lebih kecil dari petani yang memiliki lahan sendiri. Hal ini dikarenakan petani dengan kepemilikan lahan sewa memiliki kewajiban tambahan bagi petani sewa berupa biaya sewa ataupun bagi hasil dengan pemilik lahan.

 

  1. Perubahan iklim atau musim

Perubahan iklim atau musim sangat mempengaruhi produksi hasil pertanian. Perubahan suatu iklim akan berdampak nyata pada hasil produksi tanaman. Hal ini dikarenakan perubahan iklim dapat menyebabkan kemarau panjang atau hujan berlebih yang menyebabkan banjir. Sehingga secara umum perubahan iklim dapat menurunkan produksi tanaman. Oleh karena itu penerapan klimatologi pada pertanian merupakan  penting dalam membantu proses keberhasilan Bertani, mengingat setiap jenis tanaman pada berbagai tingkat pertumbuhan memerlukan kondisi iklim berbeda-beda.

 

  1. Harga pangan global

Harga pangan global yang rendah menjadi tantangan tersendiri bagi para petani. Keumuman harga pangan yang rendah disebabkan panen raya atau melimpahnya hasil panen tetapi sedikit permintaan. Tips yang diberikan oleh Pak Syafrizal sendiri yaitu dengan mengatur jadwal penanaman dan menjual hasil tani secara berkelompok seperti membuat koperasi tani agar harga jual tidak mudah dimainkan oleh tengkulak.

 

  1. Kehilangan hasil

Kehilangan hasil pertanian dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya dapat disebabkan karena adanya bencana seperti banjir, longsor dan lain-lain. Selain itu juga dapat disebabkan oleh serangan organisme pengganggu tanaman baik hama, penyakit, maupun gulma.

Melalui moment ini kami mengajak para petani Indonesia untuk terus berjuang dalam memenuhi pangan nasional, Jayalah Indonesiaku, Jayalah Pertanianku!

error: Content is Protected!!