Cara Mengendalikan Hama dan Penyakit pada Tanaman Mangga

Manggaa mangga..

Mangganya bu..

Mangganya pak..

Terdengar suara pedagang buah menawarkan dagangannya, yups buah mangga pasti ga asing lagi nih di kalangan masyarakat apa itu buah mangga. Buah mangga termasuk salah satu buah yang paling digemari rasanya. Buah mangga juga bisa dikelola untuk berbagai macam hal mulai dari jus, selai, es krim sirup atau pun makanan lainnya. Nah untuk mnedapatkan buah mangga yang maksimal dari pohonnya salah satu kendala yang mesti dihadapi petani yaitu hama dan penyakit. Oleh karena itu yuk simak cara mengendalikan hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman mangga

HAMA

  1. Wereng Mangga : Idiocerus niveosparsusLeth

Wereng merupakan hama pada tanaman mangga yang menyerang dengan menghisap cairan tanaman melalui bunga, daun, dan juga buah. Daun atau buah mangga yang terserang akan menjadi coklat dan mengering. Bunga muda akan gagal tumbuh sehingga mempengaruhi bentuk dan perkembangan buah. Wereng mangga juga meletakkan telurnya ke dalam daun dan batang pohon yang menyebabkan kerusakan pada jaringan tanaman.

 

 

 

 

  1. Penggerek Batang Mangga : Rhytidodera integra

Penggerek batang mangga memiliki gejala serangan sebagai berikut penggerek batang akan melubangi bagian cabang batang mangga dan mengeluarkan kotoran menyerupai serbuk gergaji, kemudian cabang yang menunjukkan gejala tadi akan mengering dan mati. Selanjutnya penggerek menuju kebagian tanaman yang masih hidup yaitu batang utama sehingga pada batang utama akan timbul lubang- lubang yang disertai dengan keluarnya kotoran dan pada serangan lanjut seluruh tanaman akan mati.

 PENYAKIT

  1. Penyakit Bercak Daun : Stigmina mangiferae

Penyakit bercak daun mangga memiliki gejala serangan berupa munculnya bercak-bercak kecil bulat atau bersudut berwarna hitam kecoklatan, dikelilingi warna kuning pudar yang terlihat jelas. Bercak-bercak tersebut dapat menyatu dan terlihat lebih besar.  Penyakit ini disebabkan oleh jamur Stigmina mangiferae.

 Pengendalian :  Procure 20 WP (Simoksanil 20%), 1.5 g/l *Registered

Explore 250 EC (Difenokonazol 250 g/l), 2 ml/l *Registered

Explore MAX 250 EC (Difenokonazol 250 g/l), 2 ml/l *Registered

Dense 70 WP (Metil Tiofanat 70%), 2 g/l *Registered

Dense 520 SC (Metil Tiofanat 520 g/l), 2 ml/l *Registered

Ventra 75 WP (Klorotalonil 75%), 2 g/l *Registered

Cozeb 80 WP (Mancozeb 80%), 2 g/l *Registered

  1. Penyakit Antraknosa : Colletotrichum gloeosporioides

Penyakit antraknosa penyakit yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum gloeosporioides dan dapat muncul di daun, tangkai daun dan juga buah pada tanaman mangga. Gejala pada daun berupa bintik-bintik berwarna abu-abu hingga coklat dengan pinggir lebih gelap dan lingkaran kuning di sekelilingnya. Sedangkan pada buah bintik kecil akan muncul pada bagian kulit buah dan membentuk luka bulat berwarna coklat gelap terlihat berair atau membengkak. Buah mangga juga cenderung jatuh sebelum waktunya.

Pengendalian :  Corona 325 SC (Difenokonazol 125 g/l + Azoxistrobin 200 g/l), 1-2 ml/l *Registered

Corona Prima 325 SC (Difenokonazol 125 g/l + Azoxistrobin 200 g/l), 1-2 ml/l *Registered

Explore 250 EC (Difenokonazol 250 g/l), 2 ml/l *Registered

Explore MAX 250 EC (Difenokonazol 250 g/l), 2 ml/l *Registered

error: Content is Protected!!